Domingo, 25 de Dezembro de 2011

PDIP Khawatir Papua Bernasib Seperti Timor Timur Misbahol Munir - Okezone


BANDUNG- PDI Perjuangan (PDIP) mendesak agar masalah Papua segera diselesaikan. Pemerintah harus berkomitmen secara sungguh-sungguh agar persoalaan Papua diselesaikan secara serius serta dicarikan solusinya.


"Evaluasi mengenai Papua bahwa PDIP mengimbau dan menginginkan pemerintah bersungguh-sungguh membicarakan masalah Papua ini, apapun namanya baik musyawarah mufakat, negosiasi kepada masyarakat Papua," ujar Ketua Bidang Politik DPP PDI Perjuangan Puan Maharani, kepada wartawan saat jumpa pers di sela Rakernas I PDI Perjuangan di Hotel Harris, Jawa Barat, Selasa (13/12/2011).

Namun, PDIP menegaskan, dalam penyelesaian kasus Papua tidak boleh dengan jalan kekerasan sebagaimana yang terjadi beberapa waktu terakhir . Di samping itu pihaknya juga meminta jangan sampai ada pihak asing yang terlibat dari penyelesaian kasus Papua.

"Tetapi jangan sampai orang asing ke wilayah Papua, dan juga jangan dilakukan tindakan kekerasan lagi terhadap masyarakat Papua," kata dia.

Menurut DPD PDI Perjuangan Papua, kata Puan, persoalaan Papua tidak akan ada pangkalnya jikalau penyelesaiannya dilakukan dengan cara-cara kekerasan. Menurut Puan, hal yang tak boleh dilupakan jika pun pemerintah akan melakukan negosiasi persoalaan Papua jangan sekalipun mengalah lantaran adanya kepentingan asing yang menunggangi konflik tersebut.

"Itu masukan dari DPD Papua dan Papua barat yang menyatakan bahwa masalah Papua tidak akan pernah selesai kalau menggunakan tindakan kekerasan, tetapi bukan pula kita nego kemudian kita mengalah kepada pihak luar kemudian disusupi pihak luar," imbuhnya.

Kekhawatiran ini, kata Puan, terlihat dari masukan DPD PDIP Papua yang meminta agar Papua tidak bernasib sama dengan kasus lepasnya Timur-Timor yang saat ini berubah menjadi Negara Timur Leste.

"Tetapi PDIP harus memperjuangkan jangan sampai terjadi referendum, jangan sampai lepasnya NKRI kita setelah Timor Leste. Ini yang menjadi konsern kami," pungkasnya.
(ugo)

0 comentários: